Sumber Global Energy

Sumber Global Energy Perluas Ekspor Batu Bara ke Bangladesh Senilai Rp1,2 Triliun

Sumber Global Energy Perluas Ekspor Batu Bara ke Bangladesh Senilai Rp1,2 Triliun
Sumber Global Energy Perluas Ekspor Batu Bara ke Bangladesh Senilai Rp1,2 Triliun

JAKARTA - PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) berhasil meraih kontrak pengiriman batu bara ke Bangladesh senilai US$71,5 juta atau setara Rp1,2 triliun. Kontrak ini mencakup pengiriman 1 juta metrik ton batu bara dalam jangka waktu enam bulan.

Direktur Utama SGER, Welly Thomas, menyatakan pencapaian ini menunjukkan kapasitas perusahaan dalam mendukung proyek infrastruktur ketenagalistrikan berskala besar. Ia menambahkan kontrak ini sekaligus memperkuat kontribusi SGER terhadap ketahanan energi di Bangladesh.

Peran Batu Bara dalam Pembangkit Listrik Bangladesh

Batu bara yang dikirim SGER akan digunakan untuk sektor pembangkit listrik yang dioperasikan RNPL di Bangladesh. RNPL merupakan perusahaan patungan antara Rural Power Company Limited milik negara Bangladesh dan NORINCO International Cooperation Limited dari China.

PLTU Patuakhali berkapasitas 1.320 MW menjadi fasilitas beban dasar strategis bagi jaringan listrik nasional Bangladesh. Proyek ini dipandang penting untuk mendukung stabilitas pasokan listrik di negara tersebut.

Peluang Pasar dan Potensi Pendapatan SGER

Kontrak ini diperkirakan akan meningkatkan pendapatan SGER secara signifikan di 2026. Welly menekankan bahwa pasar batu bara masih terbuka luas, terutama di negara-negara Asia.

SGER juga membuka peluang merambah pasar lain di masa depan. Perusahaan berharap ekspansi ini dapat memperluas jaringan bisnis batu bara ke negara-negara strategis di kawasan.

Rekam Jejak Ekspor SGER di Asia

Sebelumnya, SGER telah mengekspor batu bara ke China, India, Malaysia, Laos, Filipina, dan Vietnam. Jejak ekspor ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memasuki berbagai pasar regional secara konsisten.

Keberhasilan tersebut memperkuat posisi SGER sebagai pemain andal di sektor energi dan sumber daya alam. Perusahaan membuktikan kapasitasnya tidak hanya dalam produksi, tetapi juga distribusi lintas negara.

Diversifikasi Bisnis dan Sumber Pendapatan

Selain batu bara, SGER juga memperoleh pendapatan dari penjualan nikel, kelapa sawit, dan kokas minyak bumi. Hingga September 2025, pendapatan dari nikel tercatat sebesar Rp695,14 miliar, sedangkan kelapa sawit menyumbang Rp469,76 miliar.

Pendapatan dari kokas minyak bumi mencapai Rp7,47 miliar, menunjukkan diversifikasi usaha yang sehat. Strategi ini membuat SGER tetap stabil meski fluktuasi harga komoditas terjadi di pasar global.

Prospek dan Strategi Ekspansi 2026

Ke depan, SGER menargetkan pertumbuhan pasar ekspor yang lebih luas lagi. Perusahaan fokus pada penguatan kapasitas logistik dan pemanfaatan peluang proyek energi berskala besar di Asia.

Dengan kontrak baru ke Bangladesh, SGER berharap mampu menjaga tren positif pendapatan dan memperkuat posisi di pasar regional. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.

Kontribusi terhadap Ketahanan Energi Regional

Pengiriman batu bara SGER ke Bangladesh bukan hanya soal bisnis semata. Hal ini turut berkontribusi pada ketahanan energi regional dan stabilitas pasokan listrik di Asia Tenggara.

Fokus SGER pada proyek strategis menunjukkan peran perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi. Upaya ini sekaligus meningkatkan reputasi SGER sebagai penyedia energi terpercaya di kawasan.

Dampak Jangka Panjang

Kontrak sebesar Rp1,2 triliun ini menandai langkah signifikan bagi SGER dalam ekspansi internasional. Dengan pemanfaatan kapasitas produksi dan jaringan distribusi, perusahaan optimistis dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.

Diversifikasi bisnis dan keberhasilan ekspor menjadi bukti kemampuan SGER menghadapi tantangan pasar global. Dengan strategi yang tepat, SGER diperkirakan akan terus memperkuat peranannya sebagai pemain kunci di industri energi Asia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index