JAKARTA - PT ERA Graharealty Tbk. atau ERA Indonesia menargetkan transaksi properti 2026 meningkat 25%, naik signifikan dari 9% pada 2025. Presiden Direktur Darmadi Darmawangsa menyatakan optimisme ini didukung oleh stabilitas ekonomi dan dukungan kebijakan pemerintah.
Menurut Darmadi, kebutuhan hunian yang terus meningkat turut mendorong peluang pertumbuhan pasar properti. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi dibanding 2025 juga menjadi faktor utama optimisme perusahaan.
Fokus Strategi pada Peningkatan Servis dan Jaringan
ERA Indonesia memiliki 105 kantor dengan lebih dari 4.800 Marketing Associate di seluruh Indonesia. Pada 2026, perusahaan menargetkan membuka sekitar 20 kantor baru, terutama di kota besar dan wilayah dengan potensi pertumbuhan properti tinggi.
Strategi utama perusahaan tahun ini adalah meningkatkan kualitas servis bagi konsumen. Darmadi menekankan pelayanan yang prima menjadi kunci mempertahankan kepercayaan dan loyalitas pelanggan.
Kinerja Positif ERA di 2025
Sepanjang 2025, ERA Indonesia mencatat kenaikan penjualan sebesar 9% dibandingkan 2024. Darmadi menilai hal ini menunjukkan kekuatan jaringan perusahaan dan kepercayaan konsumen yang terus terjaga.
Pasar properti pada 2025 masih didominasi pasar sekunder dengan kontribusi sekitar 90% dari total transaksi. Pasar primer mulai menunjukkan pertumbuhan, didorong oleh insentif pemerintah dan proyek desain baru yang menarik.
Kekuatan Pasar Sekunder dan Tren Sewa
ERA dikenal kuat di pasar sekunder karena pengalaman panjang dan jaringan luas. Keunggulan pasar sekunder antara lain properti ready stock, lokasi matang, harga fleksibel, dan lebih mudah dinegosiasikan.
Selain itu, tren sewa meningkat, khususnya untuk properti komersial jangka panjang seperti restoran dan gudang. Pergeseran ini dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang menyesuaikan kondisi ekonomi serta meningkatnya kehati-hatian konsumen.
Segmen Properti dan Wilayah Transaksi Kuat
Transaksi properti rumah tinggal masih mendominasi sepanjang 2025, diikuti ruko, apartemen, dan gudang. Wilayah dengan transaksi tinggi antara lain Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, dan Surabaya, terutama area dengan akses infrastruktur dan fasilitas publik baik.
Darmadi menekankan pentingnya memahami karakteristik pasar di setiap wilayah. Penyesuaian strategi sesuai kebutuhan konsumen lokal menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam mendorong pertumbuhan transaksi.
Tantangan dan Waspada Dinamika Global
Meski optimistis, ERA tetap mewaspadai dinamika suku bunga dan kondisi global. Daya beli masyarakat juga menjadi faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan strategi pemasaran dan ekspansi.
Perusahaan menegaskan akan terus memantau kondisi pasar untuk menyesuaikan strategi. Dengan langkah tersebut, pertumbuhan transaksi properti 25% diharapkan dapat tercapai secara realistis.
Peluang dan Kesiapan ERA Indonesia
ERA Indonesia memanfaatkan stabilitas ekonomi dan dukungan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan transaksi properti. Dengan fokus pada peningkatan servis, ekspansi jaringan, dan pemantauan pasar, perusahaan optimistis pertumbuhan signifikan akan tercapai pada 2026.