Presiden Prabowo Subianto Salurkan Rp72,75 Miliar untuk Sapi Meugang Aceh Jelang Ramadan 1447 Hijriah

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:02:19 WIB
Presiden Prabowo Subianto Salurkan Rp72,75 Miliar untuk Sapi Meugang Aceh Jelang Ramadan 1447 Hijriah

JAKARTA - Menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah, perhatian pemerintah pusat tertuju pada masyarakat Aceh yang terdampak bencana. Presiden Prabowo Subianto mentransfer dana bantuan kemasyarakatan senilai Rp72,75 miliar untuk pembelian sapi Meugang bagi 19 kabupaten/kota terdampak bencana di Aceh.

Dana bantuan tersebut disalurkan melalui mekanisme transfer dari Presiden melalui Sekretariat Presiden langsung ke daerah terdampak pada Selasa, 10 Februari 2026. Skema ini memungkinkan dana segera diterima pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti tanpa proses berbelit.

Selanjutnya, penyaluran bantuan daging sapi kepada masyarakat akan dilakukan oleh masing-masing pemerintah kabupaten dan kota. Pemerintah daerah bertanggung jawab memastikan distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.

“Alhamdulillah, Bapak Presiden merespons dengan cepat permintaan masyarakat Aceh. Bantuan dana untuk pembelian sapi Meugang telah ditransfer langsung ke daerah. Atas nama Pemerintah dan rakyat Aceh, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden,” ujar Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem kepada media, Rabu, 11 Februari 2026.

Tujuan Bantuan dan Instruksi kepada Pemerintah Daerah

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menjelaskan bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana, khususnya menjelang bulan suci Ramadan. Momentum ini dinilai penting karena tradisi Meugang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Aceh.

Ia menegaskan para bupati dan wali kota diminta segera menindaklanjuti bantuan tersebut dengan melakukan pembelian sapi sesuai alokasi dana yang telah ditransfer ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) masing-masing. Langkah cepat diperlukan agar distribusi dapat dilakukan sebelum Ramadan tiba.

Usai penyaluran, pemerintah kabupaten dan kota diwajibkan menyampaikan dokumentasi kegiatan berupa foto atau video serta laporan singkat realisasi bantuan. Laporan tersebut harus disampaikan kepada Biro Isra Sekretariat Daerah Aceh paling lambat tiga hari setelah Ramadan untuk selanjutnya dilaporkan kepada Presiden.

Ketentuan pelaporan ini dimaksudkan untuk menjaga akuntabilitas penggunaan dana bantuan. Dengan dokumentasi dan laporan tertulis, proses penyaluran dapat dipantau secara transparan.

Daftar 19 Kabupaten dan Kota Penerima Bantuan

Adapun 19 kabupaten dan kota penerima bantuan tersebut meliputi Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Timur, Bireuen, Langsa, Aceh Utara, Aceh Barat, Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Selatan, dan Simeulue. Daerah-daerah tersebut merupakan wilayah terdampak bencana yang dinilai membutuhkan dukungan khusus menjelang Ramadan.

Bantuan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat di berbagai kabupaten dan kota tersebut. Penyaluran dana dilakukan merata sesuai alokasi yang telah ditentukan.

Mualem menyebut bantuan itu merupakan tindak lanjut dari permohonan yang telah ia sampaikan secara langsung dalam beberapa kesempatan kepada Presiden maupun sejumlah pejabat pusat. Permohonan tersebut disampaikan setelah melihat kondisi masyarakat yang terdampak cukup parah.

Ia menegaskan bahwa tradisi Meugang merupakan budaya yang sangat kuat di kalangan masyarakat Aceh. Tradisi ini biasanya dilakukan dengan membeli dan membagikan daging sapi atau kambing menjelang Ramadan.

Menjaga Tradisi Meugang di Tengah Dampak Bencana

Setelah melihat langsung tingkat kerusakan akibat bencana yang cukup parah dan mempertimbangkan momentum Meugang serta Ramadan yang kian dekat, Mualem berinisiatif meminta bantuan kepada pemerintah pusat. Tujuannya agar masyarakat Aceh tetap dapat menyambut Ramadan dengan tradisi Meugang seperti biasa.

Gubernur juga menegaskan kepada para bupati dan wali kota agar segera merealisasikan pembelian sapi sesuai alokasi dana yang diterima. Ia meminta agar proses pembelian dan distribusi dilakukan tanpa penundaan.

Penyaluran diminta dilakukan secara merata, tertib, dan tepat sasaran dengan prioritas kepada warga terdampak bencana serta masyarakat di lokasi pengungsian. Targetnya, seluruh distribusi daging sapi selesai paling lambat satu hari sebelum Ramadan 1447 Hijriah.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga semangat kebersamaan masyarakat Aceh dalam menyambut bulan suci. Tradisi Meugang bukan sekadar kegiatan konsumsi, melainkan simbol solidaritas dan kepedulian sosial.

Mualem berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana serta menghadirkan kebahagiaan bagi warga dalam menyambut tradisi Meugang dan bulan suci Ramadan. Pemerintah daerah pun diminta memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat dari distribusi bantuan tersebut.

Dengan adanya dukungan dana Rp72,75 miliar ini, pemerintah pusat dan daerah menunjukkan sinergi dalam merespons kebutuhan masyarakat. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah situasi pemulihan pascabencana.

Terkini